Kita harus saling bertukar sapa. kita harus sering saling bicara. kita harus mendukung teman-teman kita. kita harus selalu bersama-sama. kita harus ceria senantiasa.
kita harus bereaksi seperti orang-orang pada umumnya. kita harus berpura-pura baik-baik saja.
kita harus mengikuti apa kata mayoritas. kita harus punya idola. kita harus bercerita masalah kita kepada dunia.
kita harus berbagi, sama rata-sama rasa. kita harus ramah kepada siapa saja. kita harus tersenyum setiap saat. ...... ?
* banyaksekali ya, ke-'harus'-an selama hidup di dunia ; )? .. ada yg mau menambahkan.. ............. ?
 | kalo di Indonesia, kita harus punya agama! hehe.. atau mas Arie nanya yang universal ya.. apa ya.. ntar saya pikirin :) |
 | arieharja wrote on Mar 16, '08, edited on Mar 16, '08 betul, mbak kita harus punya agama. haruskah ? hehe ; ) |
 | harus dong ntar katepe kita apa isinya. Maksud saya sih at least di atas kertas harus.. |
 | arieharja wrote on Mar 16, '08, edited on Mar 16, '08 mmm, skedar pandapat: kolom agama pda KTP, di indonesia, jdi mslh lho, mbak.. pnglaman seorang teman di ambon (pda saat kerusuhan dlu) yg kehilangan adiknya krna isian agama pda KTP (smpai skrg hilang, tdk prnh kembali) . Juga pengalaman teman org Libanon yg merasakan sendiri dampak isian kolom agama di KTP yg sgt merugikan ketika terjadi konflik (banyak nyawa melayang), sehingga pemerintahan mereka memutuskan utk menghapus kolom tsbt. kya' nya cuma Indonesia & sedikit negara didunia yg masih ada isian kolom agama pda KTP. Teman2 disini telah membuat petisi utk penghapusan kolom agama pda KTP, krna dinilai tdk berguna,& rentan konflik. Biarlah urusan agama,menjadi urusan pribadi masing2 individu tanpa hrs ada campur tangan org lain/pihak luar. Sekali lagi, sekedar pendapat : ) |
 | acip wrote on Mar 16, '08 saya HARUS kasih comment g???? |
 | kita harus melakukan pemberontakan norma....YES |
 | kita harus saling memahami kita harus saling menghormati agar hidup harmoni |
 | kita harus punya pasangan
halah!
ayo pemberontakan norma! let's go. |
 | brecs wrote on Mar 16, '08 |
 | jangan takut raih kebebasan tapi tetap siap bertanggungjawab atas segala konsekuensinya |
 | arieharja wrote on Mar 16, '08, edited on Mar 16, '08 |
 | saya ada tambahannya, mas arie "Kita harus mengajarkan keharusan ini kepada orang lain"
saya jadi teringat ketika ngikutin penataran P4 (wajib ikut bagi calon mahasiswa waktu itu), yg "keharusan2" tsb diajarkan sedemikian detailnya. |
 | arieharja wrote on Mar 17, '08, edited on Mar 17, '08 hwehehe.. : ) dan nyebelin bgt ya, mas.., : setelah semua keharusan2 diatas, ( & msh bnyk yg blm termasuk), lantas Kita harus mengajarkan keharusan ini kepada orang lain.. :D Opini saya, P4 itu adalah pemahaman yg seharusnya sgt 'universal', tpi di persempit oleh orde baru & merupakan bagian dari propaganda demi langgeng nya kekuasaan pada saat itu. Dlm kata lain P4 usaha utk 'menyeragamkan' bukan 'membebaskan'. Pdhl nilai2 yg ada dalam Pancasila itu 'universal' adanya (skalipun namanya bukan Pancasila, tpi nilai2 di dlmnya adalah universality & humanity).) ini propaganda juga atw bukan ya..? hehe |
 | simple question
emang kalo norma dirubah / ga ada, keadaan bakal jadi lebih baik ??
hmm...pusing ! |
 | hmm kita harus saling berbeda pendapat? |
 | kalo harus sama baru repot. & membosankan. |
 | arieharja wrote on Mar 17, '08, edited on Mar 17, '08 philoshoperproject = "simple question
emang kalo norma dirubah / ga ada, keadaan bakal jadi lebih baik ??"
saya ngga punya jawabannya.. (makanya 'judul'nya juga bertanya) mungkin kita harus mencoba.. ? (utk tahu jawabannya.. ) |
 | arieharja wrote on Mar 17, '08, edited on May 18, '08 yaaa... kita harus mencoba... |
 | HARUS??? sejak kecil kita dicekokin kata HARUS sehingga kita terpaku pada kata itu... harus begini harus begitu harus ini harus itu begitu terpakunya sampai kita lupa pada esensi nya..... |
 | arieharja wrote on Mar 17, '08, edited on Mar 20, '08 kuncinya : KESADARAN mgkn ya, mas? Jika tanah ini dihuni oleh jiwa2 yg sudah 'dewasa', kata HARUS itu, akan runtuh dgn sendirinya. Semua tetap seperti biasa ,tapi setiap tindakan tdk lagi dilakukan berdasarkan keharusan/kewajiban, tpi dilakukan krna kesadaran bhwa hal tersebut memang 'perlu' dilakukan. Manusia yg sdh dewasa dapat 'mengatur' dirinya sendiri. Ia tahu persis apa baik & tepat bagi dirinya & konsekuensi dari setiap tindakan yg dilakukannya. Dia tdk perlu peraturan. Banyaknya peraturan membuktikan masyarakat kita saat ini belum 'dewasa'. ...Wuiih sok filosifis saiyaah... ;p |
 | dengan tetap adanya peraturan2 tersebut, masyarakat jadi tidak dikondisikan untuk 'dewasa'. |
 | apa lagi dgn bertambahnya Perda2 'konyol' seperti yg trjadi di tangerang. Wanita yg keluar malam.. dianggap asusila.. whew ? |
 | suudzon tuh. dosa juga lho :) |
 | arieharja wrote on Mar 18, '08, edited on Mar 18, '08 iya. klo kata Seringai (band) : 'mengadili persepsi'. .. gmna coba caranya mengadili persepsi...? konyol ya ? "satu langkah ke depan, empat langkah ke belakang, kita takkan beranjak..." |
 | "individuu, individu merdeka!" |
 | katanya poco-poco.... ha...ha.... |
 | haha : "satu langkah ke depan, empat langkah ke belakang " : ) |
 | negara kita ini mmg aneh..... |
 | kaya anak kecil aja...bertindak karena ada kata "harus" coba deh inget-inget lagi, dulu (mungkin) di saat ortu kita mengharuskan sesuatu apda kita dengan semangat ketepaksaan yg 45 kita melakukannya. Tapi ketika tidak ada kata harus, maka semangat keterpaksaan menjadi 00 alias tidak dilakukan. |
 | bebaskan diri dari kata harus sehingga kita bertindak sebagai manusia seutuhnya dengan akal yang berpikir dan kerelaan dalam bertindak |
| |